Kamis, 19 Mei 2011

LAPORAN HASIL DISKUSI (TUGAS MAT KUL SOCIOLINGUISTICS)

LAPORAN HASIL DISKUSI KELOMPOK 1 TENTANG LANGUAGE AND SOCIAL CLASS
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Sociolinguistics




Disusun oleh :

Vita Fitriyani (082122044)
Sri Puspita Sari (082122059)
Resti Tantiawanti (082122063)
Yully Erpani (082122072)
Uu Parida (082122078)
6B

PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
2011



ISI LAPORAN

LANGUAGE AND SOCIAL CLASS

Moderator : Hikmah Muhsinah kelas 6B
Yulianti kelas 6A



PEMBAHASAN :

A. Pengertian
a. Sociolinguistics ( Sosiolinguistik)
Sosiolinguistik adalah gabungan kata dari socio dan linguistics. Kata socio berarti bagaimana bahasa digunakan dalam kehidupan masyarakat, dan linguistics adalah ilmu yang mempelajari tentang bahasa.
Maka yang disebut dengan sociolinguictics (sosiolinguistik) adalah pengenalan studi tentang bahasa yang menekankan pada hubungannya antara bahasa dan kehidupan sosial.
Sosiolinguistik berasal dari gabungan kata sosio dan linguistik, menunjukan bahwa bidang ilmu ini adalah perpaduan sosiologi dan linguistik. Adapula yang menyebutnya sebagai linguistics plus.
Kita dapat menyimak bahwa pembahasan pokok dalam ilmu ini adalah masyarakat dan bahasa. Maksud istilah masyarakat, dalam ilmu ini adalah mencakup kajian mengenai npihak – pihak yang terlibat dala interaksi kelompok besar maupun kecil, fungsi kelompok, perhubungan dan perbedaan dari segi bahasanya.
Maksud istilah bahasa mencakup gagasan – gagasan seperti perbedaan ragam regional,ragam kelompok sosial ( seperti bahasa golongan bangsawan, kelas tinggi dan rendah ), ragam stylistic ( resmi,santai, intim, dsb). Hal tersebut diamati dengan memberi perhatian kepada ciri – ciri pola bunyi dan sebutan, kosakata, ciri – ciri gramatikal atau pada tahap makna, yaitu semantic.
Sebagai contoh kita mengetahui bahwa orang – orang berbicara secara berbeda dating dari latar belakang yang berlainan, sehingga seringkali ujaran seseorang tersebut disangkutpautkan dengan tempat kelahirannya, pendidikannya, kelompok sosialnya, atau bahkan pekerjaanya.

b. Language ( Bahasa)
Language atau bahasa merupakan suatu system dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat dalam komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri.
Menrut Keraf, dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahwa bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang diharapkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang digunakan simbol – simbol vocal ( bunyi ujaran ) yang bersifat arbitrer.
Menurut Owen, dalam Setiawan (2006:1) menjelaskan definisi bahasa yaitu language can be define a socially shared combinations of those symbols and rule governed combination of those symbol ( bahasa dapat digunakan sebagai kode yang diterima secara sosial atau system konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan symbol – symbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol – simbol yang di atur oleh ketentuan).
Menurut Wibowo (2001:3), bahasa adalah system symbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi ( dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat atbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat komunikasi oleh sekelompok manusia untk melahirkan perasaan dan pikiran.

c. Social Class ( Kelas Sosial )
Dalam Sistem Feodal ( sistem mengenai cara kepemilikan tanah di Eropa pada abad pertengahan), para bangsawan disertai dengan tradisi keluarga, kepriyayian, dan kesantriannya berprilaku menjadi kelompok yang dominan dalam mengatur. Sedangkan kaum kecil, seperti kaum buruh, petani, ataupun nelayan, tidak ada hak apapun dalam penentuan tanah, dikarenakan adanya anggapan bahwa kaum bangsawan dengan segala yang tradisi dan kepriyayiannya menjadi suatu yang membanggakan dan layak untuk dipatuhi oleh rakyat. Hal ini sangat menggambarkan adanya perbedaan kelas dan status antara sekelompok orang tertentu dengan lainnya. Selebihnya, hal ini akan menimbulkan suatu kesenjangan sosial satu sama lain.
Kelas Sosial adalah sebuah konsep sebuah konsep yang telah didiskusikan dan perdebatan sepanjang zaman. Ada banyak teori yag berbeda tentang definisi bekerja. Dasar sering digunakan untuk menggambarkan kelas sosial yang berasal dari abad ke 19 teori Karl Marx dari jerman, dia percaya dalam sistem tiga kelas yang terdiri dari kapitalis, pekerja, dan borjuis kecil. Sejak itu, sosiolog telah menyediakan konseptualisasi baru dari kelas sosial. Konseptualisasi ini termasuk kelas sosial sebagai lebih dari sekedar ukuran ekonomi. Banyak mendefinisikan kelas sosial sebagai lebih dari sebuah status sosial, yang berarti orang dalam kelas khusus beebagi pengalaman yang sama, latar belakang yang berbeda dan posisi dalam masyarakat. Faktor – faktor lain yang mempengaruhi peringkat kelas sosial prestise pekerjaan dan pendapat umum orang lain dalam masyarakat. Konsep status sosial dari sosiolog Jerman Marx Weber (1864-1920) digunakan oleh sejumlah sosiolog Amerika ketika menjelaskan kelas sosial. Weber melihat properti, keterampilan, dan pendidikan semua kontribusi terhadap konsep kelas sosial. Pandangannya mirip dengan dan kadang – kadang digunakan secara bergantian dengan status sosial ekonomi.
Meskipun sulit untuk mendapatkan definisi universal tentang kelas sosial dan tidak konsisten ada alasan untuk meneliti konsep ini. Kelas sosial memiliki dampak besar tentang bagaimana anak- anak dibesarkan , bagaimana mereka disekolahkan,dan bahkan dengan siapa mereka berteman. Untuk alasan ini adalah penting bahwa kelas sosial diperhitungkan ketika mempelajari perkembangan anak.
Kelas sosial adalah pengaturan ekonomi atau budaya kelompok n- kelompok dalam masyarakat. Kelas adalah objek penting dari analisis sosiolog, ahli politik,ekonom,antropolog dan sejarawan sosial. Dalam ilmu sosial,kelas sosial sering dibahas ‘stratifikasi sosial’ dari dalam. Dalam konteks barat modern,stratifikasi biasanya terdiri dari tiga bagian: kelas atas, kelas menengah, kelas bawah. Setiap kelas dapat di bagi lagi menjadi kelas – kelas yang lebih kecil. Perbedaan kelas yang lebih mendasar antara kuat dan tak berdaya. Sosial kelas dengan banyak daya biasanya dipandang sebagai “elite” dalam masyarakat mereka sendiri. Kelas sosial yang yang berkaitan luas untuk kekeyaan mungkin dibedakan dari status kelas berdasarkan kehormatan,prestise,afiliasi keagamaan.

B. Language and Social Class ( Bahasa dan Kelas Sosial )
Secara umum , hal ini dapat dilihat dari kelaas sosial yang terdiri dari masyarakat dari kalangan atas dan kalangan bawah. Selain itu, bisa juga dilihat dari klasifikasi yang berdasarkan pendidikan,pekerjaan, lingkungan, pendapatan, dan logat.
Status sosial diartikan sebagai sekumpulan orang yang hidup bersama berdasarkan status sosial masing – masing ynag mereka miliki. Para pemikir modern telah mencoba untuk mendefinisikan status sosial tersebut yaitu dapat dikelompokan berdasarkan :
• Accent (Logat atau suatu cara untuk mengucapkan suatu dialek tertentu)
• Neighbourhood (Lingkungan dimana kita tinggal)
• Occupation (Mata pencaharian atau pekerjaan)
• Wealth (Kekayaan)
• Income (Pendapatan)
Menurut pendapat lain, bahwa hubungan bahasa dan kelas sosial yaitu variasi yang terdapat dalam kelas sosial, diantaranya dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
 Power (Kekuasaan )
Maksudnya dimana tingkatan atu derajat manusia atau seseorang terhadap orang lain dapat dikendalikan.
 Wealth ( Kekayaan)
Merupakan objek atau simbol yang memiliki nilai – nilai berharga terhadap sesuatu yang mereka miliki. Kekayaan ini dapat melekat pada benda – benda mewah ataupun tempat – tempat yang mereka miliki.
 Prestige ( harkat / martabat)
Merupakan tingkatan kehormatan , pandangan hidup, atau segala sesuatu yang dirasa penting adanya untuk seseorang dalam lingkungan masyarakat. Hal – hal yang menunjukan perbedaaan kelas sosial, diantaranya :
• Bagaimana penampilannya
• Bagaimana cara berbicaranya
• Apa yang sering dilakukan
• Dimana dia tinggal
• Bagaimana rumahnya
• Apa saja makanan sehari – harinya




















PERTANYAAN:

Gita kelas 6B
1. Apa pengaruhnya bahasa formal dan non formal dalam social class?
2. Cakupan bahasa / bahasa yang digunakan oleh kalangan bawah terkesan “handap asor” tapi kenyataan diluar kan sebaliknya,jelaskan!
Ema kelas 6A
3. Dalam variasi social class ada yg dimaksud dengan power dalam kebangsaan, jelaskan dan beri contoh!
Rizqi kelas 6B
4. Apakah dengan bahasa yang halus menjadi ciri bahwa orang itu social kelasnya menengah kebawah? Jelaskan!

Jawaban :
1. Pengaruh bahasa formal adalah digunakan dalam bahasa resmi atau situasi yang memiliki tingkat kesopanan yang lebih atau acara yang diselenggarakan nya terkesan memiliki pendidikan dan bahasa yang digunakannya lebih sopan dan resmi,sedangkan bahasa nonformal pengaruhnya yaitu berbicara secara informal yaitu bahasa yang digunakan dalam bahasa sehari – hari dan terkesan bahasa yang digunakannya santai tanpa tergnatung situasi tapi tergantung dengan siapa lawan kita berbicara.
Dan segala sesuatu apaun bentuk bahasa tidak tergantung situasi tapi tergantung kelas sosialnya.
2. Biasanya bahasa di kehidupan luar yang jauh dari kehidupan pendidikan justru lebih keras bahasanya atau bisa dibilang bahasanya kurang sopan karena dari segi sosial dan tingkat pendidikannya kurang,maka dari itu bahasanya yang digunakannya pun kurang begitu sopan karena biasa hidup dengan orang yang disekitarnya pun tidak terlalu jauh hidup di dunia pendidikan,mungkin ada sebagian orang di kalangan menengah kebawah yang bahasanya “handap asor” atau sopan santun dan itupun juga biasa digunakan tergantung sosial kelasnya nya atau kelas sosialnya dengan siapa lawan bicara kita meskipun di dunia non formal juga.


3. Yang dimaksud power dalam kebangsaan nitu adalah dimana tingkatan atau derajat manusia atau seseorang terhadap orang lain dapat dikendalikan. Contohnya :
Majikan bisa mengendalikan anak buahnya,bisa mengendalikan bawahannya dikarenakan kekuasaannya,dalam artian untuk memanage atau memimpin. Dikarenakan seseorang bisa mengendalikan orang lain itu adalaj karena dia punya kekuasaan dan kekuatan.
4. Tidak. Karena tidak kurang orang dari kalangan menengah ke bawah bahasa yang digunakannya justru lebih kasar daripada kalangan menengah ke atas, dikarenakan sama karena lingkungan sosialnya yang tidak menentu.



















SIMPULAN
Dari pemaparan hasil diskusi tentang Bahasa dan Kelas Sosial menyimpulkan bahwa perbedaan berbahasa dalam kehidupan bermasyarakat dapat dilihat dari kelas sosial yang terdiri atas perbedaan pendidikan, pekerjaan, lingkungan, pendapatan, dan logat. Dan variasi yang terdapat dalam kelas sosial yang mempengaruhi hubungan bahasa dengan kelas sosial yaitu : power (kekuasaan), wealth (kekayaan), prestige ( harkat / martabat).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar